Kadang aku bingung dengan sebuah kata yang singkat namun bermakna. Ingin aku menciptakan sebuah kata yang begitu singkat dan bermakna. Tapi aku sadar, aku hanya manusia yang diciptakan Tuhan dari segumpal darah, yang disimpan didalam rahim seorang ibu selama 9 bulan 10 hari. Jika aku bisa menciptakan sebuah kata, aku hanya ingin kata itu adalah kata-kata yang membuatku merasa ada sesuatu dibalik kata itu. Sebuah kata yang yang terdiri dari 4 huruf dan dipakai untuk menenangkan hal-hal yang gaduh. Tapi menurutku kata itu tidak hanya dipakai untuk itu. Banyak hal yang bisa dipakai. Aku selalu memakai kata itu ketika aku sedang dalam kesendirian. Kesendirian dimana saat semua orang gada dan bisa dibilang sunyi dan sepi. Aku bisa dibilang pencinta sunyi dan sepi. Karna bagiku, hal itulah yang membuatku tenang dan merasa damai akan hal-hal hidup yang telah aku lalui bersama orang-orang yang ada didekatku. Hidup ini gak selalu lurus seperti di ftv dan sinetron2 lainnya. Kadang atas, bawah, lurus, belok, maju, mundur dan masih banyak lagi. Tp aku hanya bisa diam melihat semuanya. Diam melihat orang yang disayang menyanyangi orang lain, melihat orang lain bahagia, melihat semua orang yang aku sayang tertawa bersamaku. Dalam hatiku, aku senang, bisa melihat mereka tertawa. Aku juga merasa senang bisa tertawa bersama-samanya. Tapi......ketika semuanya menghilang aku hanya bisa terdiam dan hanya bisa membayangkan apa yang aku lakukan tadi. Aku berfikir ketika aku tanpa mereka dan ketika mereka tanpa aku. Apakah mereka merasakan hal yang sama ketika aku butuh mereka? Mungkin hanya Allah yang tau tentang hal itu. Aku tipe orang yang bisa dikatakan gak jujur. Aku suka kejujuran, tapi untuk jujur dengan diriku sendiri aku merasa enggan mengungkapkannya. Aku hanya senang untuk diam dan tidak banyak bicara. Diam membuatku merasa nyaman. Tapi dibalik itu semua aku merasa tersiksa, karna tdk bisa mengungkapkan apa yang ada difikiran dan hati. Orang-orang beranggapan aku orang yang sangat bawel, haha just cover.
Dikemudian hari, saat aku merasakan sesuatu yang mengganjal hatiku, aku hanya bisa terdiam. Ingin sekali aku mengungkapkannya. Tapi aku takut semua itu malah menjadi boomerang bagiku. Untuk itu aku hanya bisa diam dan memendam rasa ini terhadapnya. Dan aku berfikir, sampai kapankah aku harus memendam dan diam tentang bagaimana perasaanku. Apakah aku selalu diam jika aku merasa tersakiti oleh orang-orang yang ada disekeliling aku?aku pun bingung untuk menentukannya. Aku hanya bisa diam, diam, diam dan diam. Setelah itu aku hanya bisa menangis melihat semuanya. Mungkin emang belum waktunya aku mengungkapkan apa yang setiap hari kurasa kepada semua orang. Dan aku meminta maaf jika aku hanya bisa terdiam. Mungkin, suatu saat nanti kalian tahu apa arti kediamanku saat ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar